Thursday, August 22

Sony-Marvel "Putus" Akhir Dari SpiderMan versi Tom Holland #savespiderman

Kabar mengejutkan datang dari karakter Spider-Man di tengah kesuksesan film Spider-Man: Far From Home dan Avengers End Game.


Rumah produksi Sony Pictures yang memiliki lisensi Spider-Man tak lagi bekerja sama dengan Marvel Studios yang merupakan bagian dari Disney.

Dua rumah produksi besar ini tidak menemui titik terang karena Sony menolak tawaran Disney untuk membiayai produksi film Spider-Man yang akan datang dibagi rata 50:50.

Selain itu juga ada pembahasan mengenai pengembangan semesta Spider-Man.

Dengan begitu, Sony dan Disney bisa membuat film lepas yang masih berkaitan dengan semesta Spider-Man.

Jelas Sony menolak tawaran itu karena Spider-Man adalah waralaba terbesar yang mereka kuasai. Tidak mungkin mereka rela berbagi 'mesin pencetak uang' begitu saja.

Namun Sony yang diwakili Tom Rothman dan Tony Vinciquerra memberikan penawaran lain yang saat ini belum dijelaskan kepada publik -- yang kemudian ditolak Disney.

Perusahaan hiburan yang bermarkas di California itu menolak tawaran kerja sama karena hanya mendapat lima persen (5%) dari pendapatan kotor film Spider-Man yang diproduksi bersama.

End of Spiderman Tom Holland version?


Dengan begitu, karakter Spider-Man versi Tom Holland secara otomatis keluar dari Marvel Cinematic Universe alias MCU.

Padahal, Spider-Man yang diperankan Holland sudah muncul dalam lima film MCU dan dinilai memiliki masa depan cerah.

Terlebih, dilaporkan Deadline, semula ada dua film Spider-Man yang akan diproduksi dengan Tom Holland kembali jadi bintang. Jon Watts pun kembali diproyeksikan menjadi sutradara.

Sayang itu semua sirna dan masa depan Spider-Man mendadak tidak jelas setelah Sony 'putus' dengan Marvel.

Dua kemungkinan Nasib Spider-Man di masa depan pasca "putusnya" Sony-Marvel


Kemungkinan pertama, Sony akan memproduksi Spider-Man sendiri tanpa kerja sama Disney seperti sedia kala.

Selain Spider-Man versi Holland, Sony pernah memproduksi Spider-Man versi Tobey Maguire dan versi Andrew Garfield.


Spider-Man versi Maguire memiliki tiga film bertajuk Spider-Man (2002), Spider-Man 2 (2004) dan Spider-Man (2007).

Sementara Spider-Man versi Garfield memiliki dua film bertajuk The Amazing Spider-Man (2012) dan The Amazing Spider-Man 2 (2014).

Nampaknya tidak sulit bagi Sony untuk memproduksi ulang Spider-Man dengan aktor yang baru.

Sejauh ini mereka sudah memperluas semesta Spider-Man dengan membuat film Venom (2018) dan sekuel Venom yang dijadwalkan rilis Oktober 2020.

Sony bisa memperkenalkan Spider-Man baru dengan memunculkan dalam sekuel Venom.

Dalam komik, Venom diceritakan merupakan salah satu musuh bebuyutan Spider-Man.

Dengan begitu, memasukkan Spider-Man dalam sekuel tidak akan jadi hal yang "dipaksakan".

Namun, pembuatan Spider-Man baru belum tentu sukses seperti tiga Spider-Man sebelumnya.

Penggemar bisa saja bosan dengan pergantian aktor. Terlebih, rumah produksi hanya memikirkan keuntungan, bukan memikirkan cerita lengkap yang benar-benar memuaskan penonton.

Kemungkinan kedua, Sony kembali bekerja sama dengan Marvel untuk memproduksi Spider-Man.

Sumber Deadline menjelaskan bahwa bos Marvel Kevin Feige menyukai karakter Spider-Man. Apalagi pahlawan super berkostum ketat ini berkembang menjadi salah satu karakter besar Marvel.

Kerja sama Sony-Disney ini akan mungkin terjadi bila ada kesepakatan baru antara dua studio raksasa Hollywood tersebut.

Terutama bila presiden Marvel Studios, Kevin Feige, besar hati untuk kembali kerja sama.

Diketahui kerja sama ini gagal karena Feige dirasa memiliki banyak tanggung jawab usai Disney mengakuisisi 20th Century Fox.

Padahal awalnya Disney sangat tertarik dengan karakter Spider-Man agar MCU semakin luas yang pertama kali dimunculkan dalam Captain America: Civil War (2016).

Hal itu terbukti dari Spider-Man yang dinarasikan dan disiapkan sebagai pengganti Iron Man, baik dari segi cerita mau pun segi branding.

Spiderman Tom Holland versi Sony-Marvel Jauh Lebih Sukses



Potensi kesuksesan Spider-Man yang diproduksi Sony dan Marvel sejatinya lebih besar ketimbang Spider-Man yang diproduksi Sony sendiri.

Pasalnya, karakter Spider-Man dalam MCU sudah matang dan mudah untuk dilanjutkan.

Selain itu penggemar tampak lebih menyukai Spider-Man versi Holland. Hal itu bisa dibuktikan dari pendapatan Spider-Man yang meningkat.

Spider-Man: Homecoming (2017) yang memakan biaya produksi US$175 juta mampu meraup pendapatan sebesar US$880 juta.

Kemudian Spider-Man: Far From Home yang berbujet US$160 juta sanggup membawa pulang US$1,109 miliar.

Atas nama para penggemar yang setia membuang uang mereka untuk menonton aksi Tom Holland jadi Peter Parker dan sebagai bagian dari Marvel, Sony dan Disney ada baiknya segera rujuk dan menggarap Spider-Man bersama-sama.

Hal itu karena kalau bukan penggemar yang setia dan menyukai Spider-Man terbaru ini, maka keuntungan kedua studio tersebut mustahil terjadi.
bersumber dari CNN Indonesia dengan judul asli Meramal Nasib Spider-Man Usai Keluar dari Marvel

Silahkan tulis pertanyaan, saran, koreksi, laporan link mati pada kolom komentar di bawah.
Gunakanlah bahasa yang sopan, link aktif diperbolehkan selama disertai komen yang relevan.
Thanks
EmoticonEmoticon