Tuesday, August 27

4 tempat rawan skimming dan tips agar terhindar dari praktek skimming

Berbicara tentang kartu kredit banyak dari kita yang terlena dengan fungsinya dalam membantu memenuhi hasrat konsumtif yang tinggi.


Melihat barang bagus atau sekedar lapar mata langsung gesek sana-sini, tanpa peduli bagaimana cara membayar hutang kartu kreditnya nanti.

Padahal jika digunakan dengan baik, kartu kredit justru bisa berfungsi menjadi kartu sakti yang sangat menguntungkan lho.

Nah, ngomong-ngomong ternyata terdapat beberapa kasus di mana orang justru harus membayar tagihan padahal kartu kredit tidak digunakan. Lho, kok bisa?

Yup, karena mereka menjadi korban skimming yang kini banyak mengintai di era teknologi yang semakin canggih ini. Apa sih skimming itu?

Skimming adalah modus kejahatan dengan meletakkan alat perekam data pada mesin ATM atau EDC sehingga dapat menyalin seluruh data kartu yang digesek, baik kartu kredit maupun kartu debit untuk menarik dana di rekening.

Jadi, si pelaku kejahatan dapat dengan mudah menggandakan data yang terdapat pada pita magnetik yang kemudian menyalin seluruh informasi ke kartu ATM yang kosong.

Dengan begitu, pelaku dapat dengan leluasa menguras saldo rekening kita dengan hasil kartu duplikat tsb.

Praktik kejahatan ini kini marak terjadi. Karena itu, kita perlu waspada agar jangan sampai menjadi korban.

Salah satunya adalah dengan menghindari melakukan transaksi menggunakan kartu kredit atau debit di beberapa tempat ini yang memang rawan terjadinya skimming.

Berikut empat tempat rawan skimming di antaranya:

1. Tempat makan

Seiring dengan perkembangan yang kian canggih, semakin bermunculan pula tren baru di tengah-tengah generasi milenial saat imi.

Salah satunya adalah cashless alias nontunai. Jadi setiap melakukan transaksi dapat menggunakan kartu, baik kredit dan debit.

Maraknya tren cashless yang kini banyak dilakukan milenial membuat para pelaku kejahatan memanfaatkan momen tersebut untuk menguras uang lewat praktik skimming. Salah satunya adalah di tempat makan.

2. Tempat dengan pelayanan mandiri alias self service

Meski belum banyak ada di Indonesia, tapi beberapa tempat kini sudah menerapkan sistem pelayanan mandiri alias self service.

Sayangnya, tempat dengan pelayanan mandiri justru menjadi incaran empuk para penjahat untuk melakukan skimming.

Selain tak ada pengawasan dari petugas, perawatan mesin transaksi juga kerapkali terabaikan.

3. Belanja online

Hanya dengan bermodalkan internet dan smartphone atau laptop, kini kita dapat dengan mudah berbelanja online dimanapun, darimanapun, dan kapanpun kita inginkan.

Namun, hati-hati karena belanja online berisiko terkena skimming lho.

Ponsel atau laptop yang terkoneksi dengan internet dapat memudahkan pelaku meretas atau mengambil data-data pribadi kita yang ada pada kartu.

Penggunaan wifi public juga bisa menjadi sasaran pembobolan alias hack. Apalagi jika kita menggunakan internet atau mobile banking.

Itulah mengapa, sebelum melakukan transaksi belanja online, pastikan situs yang kita kunjungi aman dan menggunakan jaringan internet pribadi.

4. SPBU

SPBU atau pom bensin merupakan salah satu tempat yang paling sering menjadi incaran para penjahat skimming.

Biasanya, pelaku akan memasang alat khusus pembaca kartu pada EDC sehingga dapat leluasa mencuri data pemilik kartu.

Untuk menghindari masalah tersebut, sebaiknya hindari melakukan transaksi menggunakan kartu kredit maupun debit saat isi bensin ya.

Siapkan uang tunai setiap akan bertransaksi di SPBU.

Itu dia empat tempat yang sebaiknya kita lebih berhati-hati lagi agar terhindar dari skimming, bukan dihindari tapi lebih berhati-hati karena kini praktek skimming memang tengah marak terjadi di Indonesia.

Beberapa Tips Antisipasi Korban Praktek Skimming


Saat ingin melakukan transaksi menggunakan kartu kredit atau debit di tempat makan, restoran maupun bar,
senantiasa memeriksa dengan seksama kelayakan dari mesin pembayaran / edc.

Jika ingin lebih teliti lagi pastikan tidak ada benda mencurigakan di dalam area "gesek" kartu (selain 2 sisi magnet berhadapan).
Biasanya pelaku skimming memasang semacat alat(chip) kecil bersebelahan dengan magnet.

Sebaiknya perhatikan kondisi sekeliling.
Apakah ada pengawasan dari CCTV atau tidak. Jika minim pengawasan, sebaiknya berfikir 2 lagi untuk menggunakan nontunai dan gunakan pembayaran tunai.


Semoga dapat bermanfaat, hati-hati tempat rawan skimming dan tips terhindar korban skimming.

Yuk, mulai waspada dari sekarang! (Editor: Winda Destiana Putri).
Diedit dan dikutip dari moneysmart.id dengan judul asli Bisa kena skimming Jangan gunakan kartu debit dan kredit kamu di 4 tempat ini.

Silahkan tulis pertanyaan, saran, koreksi, laporan link mati pada kolom komentar di bawah.
Gunakanlah bahasa yang sopan, link aktif diperbolehkan selama disertai komen yang relevan.
Thanks
EmoticonEmoticon